This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Bekal Pikiran di Blog Rijal

Jika yang kau cari uang maka kamu mendapat uang, jika mencari tahta maka mendapat tahta, tapi jika yang kamu cari adalah Allah, maka Dunia ada di GENGGAMAN kita

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 15 Maret 2010

Eliminasi Urin

Sistem Urinaria

Ginjal
Ureter
Vesica Urinaria
Urethra

Fungsi Ginjal
Mengatur keseimbangan cairan tubuh
mengatur keseimbangan Osmotik dan ion optimal dalam tubuh
Pengaturan konsentrasi garam & asam basa
Ekskresi bahan buangan dan hasil metabolisme
Fungsi hormonal & metabolisme

Komposisi Urin Normal
Air (96 %)
Larutan (4%)
Larutan Organik (Urea, amoniak, creatinin, uric acid )
Larutan An Organik (NaCl, Potassium, Sulfat, Mg, Phospor)

Faktor yang mempengaruhi
Tingkat Pertumbuhan & Perkembangan
Toilet Training

Kesiapan :
Fisik :
Kesiapan volunter spincter ani/urethra
Mampu kencing minimal 2 jam
kemampuan motorik (kasar,halus)

Mental
Mengenali dorongan miksi/defekasi
Kemampuan berkomunikasi (verbal/non verbal)
Kemampuan kognitif
Kesiapan Orang Tua :
Mengakui tingkat kesiapan anaknya
Mampu meluangkan waktu
Tidak ada stress dalam keluarga

-Stress Psikologis
Makanan & Cairan
Kebiasaan Hidup/Pola Hidup
Hal yang Fisiologis
Tingkat Aktifitas
Kondisi patologik
Medikasi/Obat-obatan

PROBLEM UMUM SISTEM URINARY
Anuria
Dysuria (Stranguria,alguria)
Glukosuria
Eneuresis
Kapasitas VU Bladder yang iritabel
Suasana emosional yang tidak menyenangkan dirumah
Persepsi orang tua
ISK
Koping Anak

-Hematuria
Incontinentia Urine : Ketidaksanggupan sementara/permanen otot spincter eksternal
Penyebab : Aging Process, pembesaran kelenjar prostat, trauma sumsum tlg belakang. Spasme VU, menurunnya kesadaran, Obat-obatan (narkotik sedative)
Jenis ;Stress I & Urgent I

Oliguria : Berkurangnya produksi Urine (100-400 ml/24 jam)
Proteinuria
Albuminuria
Poliuria
Pyuria
Urinary Supression mendadak henti
Rettensio Urine : Penumpukan urine dalam VU & ketidaksanggupan mengosongkan sendiri

Penyebab
Operasi pada abdomen bawah, pelvis, VU, urethtra
Pembesaran kelenjaar prostat
Striktur urethtra
Trauma sumsum tulang belakang

Tanda: daerah pubis tak nyaman, distensi VU, tak sanggup bak,intake output tak seimbang

Kamis, 28 Januari 2010

Latar belakang sejarah
Sejak tahun 1763 mengkategorikan berbagai mikroorganismdn: patogen dan nonpatogen
Mengklasifikasikan organisme menjadi 5 kingdom : binatang (animalia), tumbuhan (plantae), jamur(fungi), bakteri (monera), protista ( alga, protozoa, organisme parasit )

- Patogen
Berbahaya
Dapat menyebabkan sepsis yang mengakibatkan kematian
Dalam cairan tubuh tidak terdapat flora normal

- Non patogen
Tidak berbahaya
Tidak mengancam kesehatan
Bisa ditemukan di saluran reproduksi, gastrointestinal, saluran pernafasan, saluran supervisial ( kelenjar keringat, lemak )
Peran spesifik > flora normal di intestin dapat menghasilkan vitamin, tapi dapat menyebabkan infeksi ketika berada di permukaan luka.

MICROBIOLOGIC CONSIDERATIONS

Latar belakang sejarah
Sejak thn 1763 mengkategorikan berbagai mikroorganisme: patogen dan non patogen
Mengklasifikasikan organisme menjadi 5 kingdom: binatang, tumbuhan, jamur, monera (bakteri), protista (alga, protozoa, organisme parasit)

Mikroorganisme non patogen
- Tidak mengancam kesehatan
- Bisa ditemukan di saluran reproduksi, gasrointestinal, saluran pernafasan, saluran supervisial (kelenjar keringat, lemak)
- Peran spesifik > flora normal di intestin dpt menghasilkan vitamin, tp dpt menyebabkan infeksi ketika berada di permukaan luka.

Mikroorganisme Patogen
- Dapat menyebabkan sepsis  kematian
- Dalam cairan tubuh tdk terdapat flora normal.

Garis alami pertahanan tubuh
Pertahanan I
- Kulit > jaringan epitelium
- Membran mukosa > kcl lubang telinga (serumen)
- Reflek > muntah, berkedip
- Bersin
- Saluran reproduksi/kemih > Ig A, enzim, Ph menurun
- Mata > Ig A melindungi mata, konjungtiva
- Level sel
- Asam lambung > membunuh mikroorganisme patogen
- Otot penutup > spingter

Pertahanan 2
- Terjadi ketika pertahanan 1 dpt dilalui oleh mikroorganisme
- Melibatkan sistem-sistem diseluruh tbh.
- Yg termasuk dlm pertahanan 2 adalah:
- Respon inflamasi
- Produksi antibodi
- Perubahan temperatur

Pertahanan 3
- Dengan terapeutik/pertahanan tubuh alami
- Imunisasi pasif  imunoglobulin/antibodi dimasukkan ke tubuh
- Imunisasi aktif  tubuh menyimpan memori terhadap jenis antigen dan memproduksi zat antibodi unt merespon antigen yg masuk.

Siklus penularan mikroorganisme
* Prinsip Perpindahan atau penularan mikroorganisme: sentuhan, udara, benda hidup atau mati yg telah terkontaminasi.
* Rantai infeksi terdiri atas 3 komponen utama:
- Sumber mikro organisme
- Rute penularan
- Pejamu yg rentan

Sumber mikroorganisme:
* Adalah benda, bahan, orang tempat mikroorganisme berada dan tempat mikroorganisme tsb dapat ditularkan.
* Seseorang yg memindahkan mikroorganisme tanpa memperlihatkan gejala penyakit pada dirinya disebut pembawa (Carrier)
* Tubuh mns sering menjadi sumber infeksi
* Orang dewasa diperkirakan mengandung lebih 25.000 mikroorganisme per cm persegi kulit, 250 milyar mikroorganisme di dalam mulut dan 2,5 trilyun di kolon bagian bawah.

Rute penularan
* Adalah mekanisme pemindahan mikroorganisme dari satu tempat atau orang ke yg lain.
* Mikroorganisme tdk memiliki gerakan otonom shg hrs dipindahkan dg bantuan.
* 4 rute pemindahan yg sering terjadi: kontak, udara, alat pengangkut dan vektor.

GASTRITIS

GASTRITIS yaitu bentuk peradangan dari mukosa lanbung dengan gambaran klinis yang ditemukan berupa dispepsia dan indigesti.
Macam gastritis:
Gastritis akut yaitu peradangan mukosa lambung secara mendadak dan kadang disertai serangan hebat yang jelas penyebabnya dengan tanda dan gejala yang khas.
gastritis kronis yaitu peradangan mukosa lambung yang bersifat kronis (menahun) yang berhubungan dengan kanker lambung dan ulkus lambung oleh karena gangguan sekresi HCl lambung.
Berdasarkan etiologinya:
Gastritis erosive
bahan erosive yang merusak lambung
Gastritis reflux
cairan empedu dan pankreas.
Gastritis hemorrhagic
Gastritis infectious
Gastritis karena atrofi mukosa lambung

Rabu, 14 Oktober 2009

PEMERIKSAAN FISIK
PEMERIKSAAN ABDOMEN
MUSKULOSKELETAL &
NEUROLOGI


URUTAN PEMERIKSAAN ABDOMEN :
-Inspeksi
-Auskultasi
-Palpasi
-Perkusi
-Area Pemeriksaan : Kuadran/Regio

+ Inspeksi :

Amati :
Bentuk Abdomen
Massa (bila ada catat bentuk & lokasinya)
Bayangan pembuluh darah vena

Auskultasi :
-Periksa peristaltik usus (Hitung dalam 1 menit

Palpasi :
-Amati tanda-tanda nyeri, massa, turgor kulit
-Lakukan palpasi pada hepar (Ukuran, konsistensi, tepi hepar, permukaan, nyeri tekan)
-Lakukan palpasi pada lien (bimanual-garis schufner)
-Lakukan palpasi untuk melihat ascites

Perkusi :
-Amati bunyi pada abdomen (normal : tympani)
-Cek ada/tidaknya ascites ( shifting dullness)

Pemeriksaan Alat Kelamin & sekitarnya (b/p)

-Inspeksi
-Palpasi

Pemeriksaan Muskuloskeletal
Inspeksi :
-Struktur & bentuk tulang
-Kesimetrisan
-Karakteristik integumen
-Pergerakan otot (disadar/tidak)
-ROM
-Gaya Jalan

Palpasi :
-Ada odema/tidak
-Lakukan uji kekuatan otot

Pemeriksaan Neurologi :
-Tingkat kesadaran
-Periksa meningeal sign
-Uji nervus Cranialis
-Fungsi Motorik
-Fungsi sensoris
-Uji Reflek (Fisiologis/Pathologis)

Pemeriksaan Fisik sesuai Sistematika Tubuh

Pembina :
Atti Yudiernawati,SKp,MPd

Tingkat Kesadaran :Kualitatif
Compos Mentis: Baik/Sempurna
Apatis : Perhatian berkurang
Somnolent : Mudah tertidur, walaupun sedang diajak bicara
Sopor : Dengan Rangsangan kuat masih memberi respon gerakan
Soporo coma : Hanya tinggal reflek kornea
Coma : Tidak memberikan respon sama sekali

Penilaian Kuantitatif
GCS (Glascow Coma Scale)

-Respon Motorik (6)
-Respon Bicara (5)
-Respon Mata (4)

Integumen & Kuku
-Inspeksi – Palpasi
-Merupakan pencerminan kesehatan secara keseluruhan
-Memberikan petunjuk atas kelainan suatu sistem tubuh/organ tertentu

Palpasi Kulit :

Rasakan kehangatan kulit
Rasakan kelembaban kulit
Tekstur Kulit (normal : halus, lunak & lentur)
Turgor
Krepitasi
Oedema

Kepala Leher :
-Keadaan rambut dan kepala : hygiene kepala, perubahan warna, kerontokan, lesi dll.
-Mata : Mata, sklera, conjunctiva, pupil & reflek cahaya, visus
-Telinga : Test fungsi pendengaran, alat : Garpu tala. Test : Rinne, Weber & Scwabach
-Hidung : Inspeksi bag. Eksternal, amati lubang hidung, uek penggunaan NGT/nasofaring : awasi eksoriasi

Mulut dan Faring
-Bibir : Kaji warna, tekstur, hidrasi, lesi, normal : merah muda, lembab, simetris & halus
-Mukosa bukal, gusi & gigi
-Lidah & dasar mulut
-Palatum
-Faring

Leher
-Amati & raba posisi trachea
-Kaji pembesaran kelenjar tiroid
-Kaji perubahan suara
-Amati dan rabaa pembesaran kelenjar limfe (leher, sub mandibula dan sekitar telinga)
-Kaji pembesaran vena jugularis

Payudara dan Aksilla (bila perlu)
Amati :
-Ukuran payudara & pembengkakan
-Bentuk dan posisi
-Kaji perubahan warna mamae & areola
-Kaji retraksi & perubahan pada putting
-Adakah pembesaran kel. Limfe (axilla)
Raba :
-Ada benjolan, rasa nyeri & adanya sekret dari putting payudara

PEMERIKSAAN THORAX
=Paru
+Inspeksi Amati pernafasan pasien
Bentuk Thorax
Amati tanda-tanda kesulitan bernafas
Amati adanya batuk
+Auskultasi Dengarkan suara nafas pasien
Suara nafas normal
Suara nafas tambahan

=JANTUNG
+Inspeksi & Palpasi :Atur posisi klien dgn. Kepala 30-400
Letakkan tangan pada aorta, pulmonal, bicuspid. Trikuspid : pulsasi
Amati adanya ictus cordis
+Auskultasi : BJ I ( Tricuspidalis & Mitral)
BJ II ( Aorta & Pulmonal)
Dengarkan BJ tambahan
+Perkusi : Tentukan batas-batas jantung

ABDOMEN
Teknik :
Inspeksi Auskultasi

Perkusi Palpasi

PEMERIKSAAN FISIK
dalam KEPERAWATAN

by. Atti Yudiernawati, SKp, MPd

NURSING PROCESS

ASSESSMENT

-Pengumpulan Data
-Validasi Data
-Organisasi Data
-Identifikasi Masalah

JENIS DATA
-Data Subyektif
-Data Obyektif

Teknik Pemeriksaan Fisik
-Inspeksi
-Palpasi
-Perkusi
-Auskultasi

Persiapan Pengkajian
-Persiapan Ruangan
-Persiapan Peralatan
-Persiapan Pasien

Persiapan Ruangan
-Pemeriksaan lebih mudah dikerjakan
-Kesopanan Pasien tetap terjaga
-Pencahayaan Cukup
-Ketenangan tetap terjaga

Persiapan Alat
-Tergantung jenis & tujuan Pemeriksaan
-Pengkajian Dasar :
Stetoskop
Tensimeter
Termometer
Lampu senter
reflek Hamer
Snellen chart
Timbang Badan

Persiapan Pasien
-Anjurkan pasien buang air kecil dulu
-Jaga kesopanan pasien
-Beritahu pasien ttg tindakan yang dilakukan
-Gunakan waktu seefisien mungkin
-Tempatkan pasien pada posisi sesuai kebutuhan

Posisi Pasien :
-Sitting Position
-Supine Position
-Dorsal recumbent Position
-Lithotomy Position
-Sims Position
-Prone Position
-Knee-Chest Position

Prosedur Pemeriksaan Fisik
-Pendekatan : Chepalo caudal/Head to toe sequence
Secara sistematis :
-Pengkajian Umum : Keadaan Umum,tk. Kesadaran, kulit, struktur umum tubuh, posture, gaya jalan, penampilan fisik dan kecacatan yang ada
-Pemeriksaan Vital sign

Pemeriksaan sesuai sistematika tubuh :
-Pemeriksaan Integumen
-Pemeriksaan Kepala Leher
-Pemeriksaan Thorak (Paru dan Jantung)
-Pemeriksaan Abdomen
-Pemeriksaan Genetalia dan Anus
-Pemeriksaan Muskuloskeletal
-Pemeriksaan Neurologi
-Pemeriksaan Status mental